Marilah selalu bertaqwa kepada Allah SWT kapan, dimanapun dan bagaimanapun kondisi kita, yakni dengan menjalankan segenap perintah Allah SWT, dan menjauhi segenap larangan-Nya. Dengan taqwa lah Allah akan memberikan jalan keluar terbaik dari segenap permasalahan yang kita hadapi. Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, Dia akan menjadikan
jalan keluar baginya.” (QS. At
Thalaq: 2)
Salah satu ide dan pemahaman berbahaya yang
sangat jauh dari sifat taqwa adalah ide sekularisme, yakni pemahaman bahwa
agama harus dipisahkan dari pengaturan urusan kehidupan publik, agama hanya
dijadikan urusan pribadi, hukum Islam yang bersangkutan dengan kehidupan
berbangsa dan bernegara harus dibuang jauh-jauh dari kehidupan manusia.
Penjajah menjadikan sekularisme sebagai
alat untuk mengokohkan dominasinya. Dengan membuang aturan Islam maka hukum
bisa dibuat menguntungkan bisnis dan kepentingan mereka.
Menurut eramuslim.com, 15 Desember 2010,
Wikileaks merilis sebuah kawat rahasia kedutaan besar Amerika Serikat di
Beijing, yang berisi pertemuan Kementrian Luar Negeri China dan Amerika
Serikat. Dalam pertemuan itu diungkap bahwa China berencana membuat muslim
Indonesia menjadi sekuler. Sekularisasi itu bertujuan agar umat Islam tidak
membahayakan kepentingan China yang sekarang sudah hampir menguasai Indonesia
[1].
Sebelumnya, pada tahun 2003, Cheryl Benard
dengan di support Rand Corporation, sebuah lembaga di AS, melakukan riset yang
merekomendasikan untuk mensupport umat Islam yang sekuler, serta menjadikan
umat Islam yang mereka anggap “fundamentalis” sebagai musuh bersama. Jauh
sebelumnya, Samuel Zwemmer, dalam Konferensi Missi di Yerusalem, tahun 1935, menyatakan
bahwa: “Misi utama kita bukanlah
menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi
cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam[2].
Bahkan pada abad 18, saat khilafah masih tegak, Disraeli, Perdana Menteri
Inggris mengusulkan untuk menjauhkan al-Quran dari kehidupan umat Islam,
artinya syari’ah Islam harus dicabut dari benak kaum muslimin agar mudah
mengalahkan mereka.
Penerapan sekularisme hanya menimbulkan
banyak penderitaan. Di akhirat jelas pengusungnya akan mempertanggungjawabkan
penolakannya atas hukum-hukum yang diingkari, sedangkan di dunia sudah terbukti
tidak ada sistem hukum sekular yang mampu mensejahterakan manusia.
Di Indonesia, tahun 2010, penduduk miskin dengan
standar penghasilan di bawah Rp 6.000 per hari bertambah 12,4 juta menjadi 43,4
juta orang[3].
Di Amerika bahwa sekitar 50 juta orang tidak mampu membayar makanan yang cukup
di tahun 2009[4].
Belum lagi maraknya kriminalitas, pornografi, depresi hingga bunuh diri.
Allah mengharamkan sekularisme, Allah
justru mewajibkan umat Islam untuk mengambil dan menerapkan seluruh aturan
Islam tanpa kecuali.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي
السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ
عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. al-Baqarah [2]: 208).
Ayat ini diturunkan mengenai Abdullah bin
Salam dan kawan-kawannya tatkala masuk Islam, mereka masih ingin membesarkan
hari Sabtu dan masih ingin membaca (mengagungkan) Taurat.
Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) menyatakan: “Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya yang
mukmin dan mempercayai RasulNya, untuk mengambil seluruh ikatan dan syari’at
Islam, mengerjakan seluruh perintahNya serta meninggalkan seluruh larangaNya,
selagi mereka mampu.”[5]
Imam At-Thabariy (w. 310 H) menyatakan
bahwa:
اعملوا أيها المؤمنون بشرائع الإسلام كلها، وادخلوا في
التصديق به قولا وعملا ودعوا طرائق الشيطان وآثاره أن تتبعوها
“Wahai orang yang beriman, laksanakanlah semua syari’at Islam,
dan masuklah kedalam Islam dengan membenarkannya secara perkataan dan
perbuatan, dan tinggalkan mengikuti jalan jalan syaithan dan bekas-bekasnya.”[6] beliau
kemudian menjelaskan yang dimaksud dengan jalan-jalan syaitan adalah mengikuti
apa-apa yang berbeda dan bertentangan dengan hukum Islam dan syari’ahnya.[7]
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada
kita untuk memperjuangkan dan melaksanakan semua aturan Islam, dan
menghindarkan kita, keluarga dan dzuriyat kita dari pemikiran sekular seperti
ini. Rasulullah SAW bersabda:
لَحَدٌّ يُقَامُ فِي الأَرْضِ، خَيْرٌ لِأَهْلِهَا
مِنْ أَنْ يُمْطَرُوا أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا
“Sungguh satu hukum Allah yang ditegakkan dibumi lebih baik bagi
penduduknya daripada mereka diberi hujan 40 pagi.” (HR Ahmad dan An Nasa’i dari Abu Hurairah)
[1]
http://www.eramuslim.com/berita/nasional/wikileaks-cina-ingin-membuat-muslim-indonesia-sekuler.htm
(15 Desember 2010, diakses 16 Des 2010)
[3]
http://www.fe.unpad.ac.id/id/arsip-fakultas-ekonomi-unpad/berita/1048-penduduk-miskin-bertambah-12-4-juta-jiwa
[4] http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/amerika-segera-menjadi-negara-dunia-ketiga.htm,
diakses 16/9/2010
Disampaikan Oleh: Muhammad Nasyiruddin (Staf IKADI Aceh Singkil)

0 komentar:
Posting Komentar